Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Rangkaian acara tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus momentum untuk memperkuat peran civitas akademika dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Kegiatan diawali dengan pembacaan 30 juz Al-Qur’an secara bersama-sama oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKMI Nurul Mujahid serta mahasiswa penerima Beasiswa Santri. Dalam pelaksanaannya, panitia mengoordinasikan pembagian tugas kepada peserta dengan masing-masing mendapatkan bagian satu juz Al-Qur’an.
Setelah pembacaan Al-Qur’an selesai, acara dilanjutkan dengan sesi pengajian yang menghadirkan Pembina Majelis, KH. Muchtar Lubby, sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk meneladani kegigihan dan keteladanan para santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
"Khotmil Qur'an dan pengajian dipilih sebagai puncak peringatan karena memiliki nilai substantif untuk meningkatkan keimanan, memperdalam pemahaman agama, serta mengenang kontribusi santri bagi negeri," ujar perwakilan panitia pelaksana di sela-sela kegiatan. Melalui momentum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya dapat unggul dari segi akademik saja, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Kelancaran kegiatan ini tidak terlepas dari koordinasi internal panitia, mulai dari pembagian tugas peserta Khotmil Qur’an hingga penataan sarana dan prasarana di Aula Terbuka Kampus.
Salah seorang mahasiswa peserta kegiatan menyampaikan bahwa
peringatan Hari Santri di lingkungan kampus memberikan nilai spiritual
sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang bermakna.
"Kesan saya sangat positif karena menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi kami untuk terus menjaga akhlak dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan peringatan ini, UNISBA Blitar
menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi pembentukan karakter civitas
akademika yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual
(YA/BQ).

Posting Komentar