foto : darkmoon_art / pixabay
Pasti, sudah pasti
Dan, tidak akan tidak
Kau bebas memasuki
Kau bebas mencaci
Kau bebas berlalu pergi
Lalu masuk datang kembali

Masih banyak ruang kosong
Didalam hatiku yang lapang
Tak hanya menemani sepi
Tapi juga mengisi ruang dan hati

Rumah ini sepi,
Hanya sebuah angin yang lalu
Didinding, semut berbaris dengan rapi
Bersamaan dengan itu
Terdengar tetes air di telingaku
Pintu tertutup rapat
Dijalan, orang berlalu lalang
Asap mengepul, hiruk-piruk tak terelakkan 
Hawa sunyi, kesejukan tubuh kurasakan

Tiba-tiba turun hujan
Atapku bocor dan air naik ke atas permukaan
Baru saja kurasakan ketenangan
Keributan mengajakku beradu pada keadaan
Aku sudah capek,
Kugulung tikar menaikkan perabotan
Pastinya, kau boleh membantu
Meringankan sebagian beban dalam kehidupanku
Menyapa setiap detik dalam waktuku
Hadir dalam kesenggangan hari-hariku

Tapi ingat saja
Kau perlu awas
Jangan sekali-kali pergi
Atau pun mencoba berlain hati
Karena, sampai kepada akhir dari kata-kata ini
Terdapat pesan juga ancaman
Dari sebuah jiwa yang tenang
Sewaktu-waktu siap menerkam dan menghancurkan
Sekaligus membenturkanmu pada keadaan


Ditulis oleh Elsha Dewi Anggraeni
Mahasiswa Prodi Pend. Biologi Fak. KIP
Universitas Islam Balitar

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama