LPM Freedom - UNISBA | Tanggal 10 November setiap tahunnya pasti diperingati sebagai hari pahlawan. Hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut terjadi peristiwa pertempuran surabaya. Pertempuran yang dikenal akan perlambang keberanian menegakkan kedaulatan negeri atas penjajahan.

Di tanggal tersebut pula, Selasa (10/11/20) Badan Eksekutif Mahasiswa beserta Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Islam Balitar (UNISBA) periode 2019/2020 bekerja sama menginisiasi terselenggaranya Kongres Mahasiswa guna pemilihan presiden BEM dan jajaran DPM yang baru. Hal ini bertujuan untuk menjaga tetap berputarnya roda kepengurusan kedua organisasi internal kampus tersebut. Juga selaras dengan prinsip demokrasi dalam kampus dan guna menjaga keseimbangan tatanan Ormawa UNISBA.

Dilaksanakannya kongres sebagai ajang pemilihan dan pengesahan jajaran BEM beserta DPM tahun ini memang dipandang sebagai hal baru dan berbeda. Ini terjadi lantaran status pandemi yang belum juga dicabut mengakibatkan harus disesuaikannya sistem pemilihan. Serta demi menghindarinya perpanjangan masa jabatan yang tidak menentu dan justru berpotensi timbulnya desas-desus kurang mengenakkan.

Ditemui setelah acara pembukaan di Aula Terbuka UNISBA, Sabiqul Khoir selaku Ketua Pelaksana kongres menuturkan,

"Tentunya perkembangan zaman tidak bisa dipungkiri dengan adanya ketingkatan intelektualitas-intelektualitas dari mahasiswa. Maka dengan ini kami membuat tema 'Reaktulisasi Peran Intelektualitas Mahasiswa Untuk Mewujudkan Kembali Karakter-karakter Mahasiswa."

Lanjut Sabiq juga menyampikan harapan kepada siapapun yang terpilih nantinya untuk terus memajukan serta membuat UNISBA lebih baik kedepannya.

"Momentum Kongres Mahasiswa tahun ini, momentum yang berbeda dari tahun lalu. Saya berharap dari hasil sidang pleno yang dirumuskan oleh teman-teman Himaprodi se-UNISBA ini akan terlahir pemimpin-pemimpin yang bijak, bisa membawa nama baik organisasi serta kampus kita tercinta di masa yang akan datang," pungkasnya.

Sementara itu Demisioner Presiden BEM UNISBA periode 2019/2020, Rino Wahyu juga menyampaikan harapannya untuk kepengurusan BEM di masa mendatang.

"Bahwasannya UNISBA masih butuh sosok pelopor, masih butuh sosok yang mengakomodir semua kepentingan, juga sosok penggerak. Maka dari itu janganlah mengedepankan dirimu sendiri. Tapi depankanlah kepentingan bersama. Depankanlah kepentingan Himaprodi, UKM, dan lain sebagainya untuk memajukan kampus kita."


-Dari kiri ke kanan: Pres. BEM Rino Wahyu, Wakil Ketua DPM Yudhistira Dewantara, Ketupel Kongres Mahasiswa Sabiqul Khoir. 



Selaras dengan BEM, jajaran Dewan Perwakilan Mahasiswa yang juga menjadi demisioner setelah masa bakti 2019/2020. Diwakili oleh Wakil Ketua DPM, Yudhistira Wahyu Dewantara, turut menyampaikan kesan pesan demi DPM yang lebih baik.

"Alhamdulillah, terima kasih dari Himaprodi Ilmu Komunikasi yang telah mempercayakan saya untuk menjadi perwakilan DPM. Langsung saran saja, untuk pengurus tahun depan baik BEM maupun DPM lebih baik lagi, untuk lebih solid lagi, menjaga integritasnya dan juga lebih kompak," pungkasnya ketika ditemui bersamaan dengan Presiden BEM selepas pembukaan Kongres Mahasiswa.

Kongres Mahasiswa 2020 Universitas Islam Balitar terselenggara dengan baik dari awal sampai akhir hingga penentuan Presiden BEM terpilih untuk periode 2020/2021. Sidang kongres diikuti oleh seluruh perwakilan program studi yang ada. Dari 18 Prodi tercatat hanya satu yang absen yaitu Prodi Elektro.

Dari hasil pemilihan melalui rekomendasi masing-masing prodi. Terpilihlah Ahmad Wahyu Prasetyo dari Prodi Manajemen sebagai Presiden BEM dengan total 17 suara rekomendasi. Serta terpilih juga Ahmad Marzuki dari Prodi Ilmu Komunikasi sebagai wakil.

Saat ditemui setelah kongres, Ahmad Wahyu dan Ahmad Marzuki bergantian menyampaikan progres serta rencana terdekat setelah mereka dinyatakan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM

"Untuk program kerja kedepannya kan sudah disepakati dalam kongres, tapi dari kita sendiri pastinya tetap ada program kerja tersendiri," ucap Ahmad Wahyu.

"Kalau dari saya lebih mengaktifkan teman-teman mahasiswa agar mereka bisa berkontribusi dengan baik sesuai apa yang mereka inginkan sesuai dengan minat bakatnya juga sesuai prodi yang mereka pilih. Agar kampus UNISBA bisa bersaing dengan kampus-kampus lain," kata Ahmad Marzuki.


-Kanan: Pres. BEM terpilih Ahmad Wahyu. Kiri: Wakil Pres. BEM Ahmad Marzuki. 



Selain progres kedepan, rencana terdekat juga sudah disiapkan guna memaksimalkan kegiatan-kegiatan pendukung.

"Untuk rencana terdekat mungkin dari kita ada rapat formatur dan lain-lain. Pembahasan program kerja, juga mungkin persiapan pelantikan," jelas Ahmad Wahyu.

Mereka berdua juga berpesan kepada seluruh mahasiswa UNISBA untuk bisa lebih aktif dan bisa saling membangun komunikasi yang baik agar tercipta sinergitas yang baik kedepannya.

Di sisi lain, untuk pemilihan anggota DPM tahun ini langsung dari delegasi yang ditunjuk oleh setiap Prodi. Jadi mahasiswa tertunjuk akan secara otomatis menjadi anggota DPM sebagai perwakilan masing-masing Prodi. Kedepannya DPM juga akan melangsungkan rapat pembentukan struktur.

Berbagai tanggapan juga dilontarkan oleh beberapa mahasiswa perwakilan Prodi pada kongres hari ini.

"Acaranya asik dan menarik. Untuk pesannya pada BEM terpilih semoga bisa menjalankan programnya lebih baik dari yang sebelumnya," tutur Muhammad Yunus, perwakilan dari Prodi Peternakan.

Juga ada Vivi Nadia perwakilan dari Prodi Akuntansi yang memberikan kesan positif dan harapan bagi jajaran BEM maupun DPM terpilih.

"Harapannya semoga lebih amanah, terus bisa membawa UNISBA ke ranah lebih baik lagi. Terus tertata semua administrasi dan birokrasi organisasi di dalamnya," pungkas Vivi. (ab/ar) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama