Sumber: arsip LPM Freedom 

LPM FREEDOM - UNISBA | Lembaga Pers Mahasiswa Freedom UNISBA Blitar menyelenggarakan Musyang (Musyawarah Anggota) yang bertempat di Ruang FISIP 2 pada Sabtu (11/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah baru kepengurusan melalui pemilihan Pimpinan Umum periode berikutnya.

Berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat anggota, Changnara Eva Agustina terpilih sebagai Pimpinan Umum LPM Freedom periode 2026/2027. Adapun visi misi yang diusung sebagai berikut:

Visi

Menjadikan LPM Freedom sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa yang kritis, pandai menganalisis, dan memiliki integritas dalam melakukan kontrol sosial di lingkungan akademik.

Misi

1. Melaksanakan kegiatan jurnalistik yang dalam dan berlandaskan kebenaran.

2. Membangun kerja sama dan ruang diskusi untuk organisasi mahasiswa.

3. Meningkatkan kesadaran literasi dan semangat berdiskusi secara kritis di kalangan anggota serta mahasiswa secara umum.

4. Membentuk sistem pengelolaan organisasi yang transparan dan terstruktur.

Sumber: arsip LPM Freedom 

Pimpinan Umum periode 2025/2026, Laili Neni, menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya banyak pengalaman berharga yang didapatkan, terutama dalam mengaktifkan kembali LPM Freedom setelah sempat vakum. Ia mengungkapkan bahwa menghidupkan kembali organisasi bukanlah hal yang mudah, terlebih dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Namun, dalam kurun waktu tujuh bulan, LPM Freedom berhasil kembali aktif meskipun jumlah pengurusnya tidak banyak.

Ia juga menuturkan bahwa salah satu pencapaian yang paling berkesan adalah terlaksananya program kerja PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) yang telah diselenggarakan pada Sabtu (10/1/2025).

“Menurut saya, hal tersebut merupakan pencapaian besar di kepengurusan saya karena hanya dengan 10 personel pengurus, kegiatan telah berhasil dijalankan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi ialah minimnya jumlah anggota akibat vakumnya organisasi selama dua tahun.

“Banyak yang mengira LPM Freedom sudah tidak aktif. Selain itu, kami juga harus membagi fokus dengan kewajiban akademik, seperti PKL dan skripsi,” ungkapnya.

Di akhir masa jabatannya, Laili Neni berharap kepengurusan yang baru serta seluruh anggotanya dapat lebih berkontribusi secara aktif. Ia juga berpesan agar tetap menjaga kekompakan, kerja sama, serta komunikasi internal agar tidak menghambat kinerja organisasi ke depan.

Sementara itu, ketua terpilih, Changnara Eva Agustina, mengaku tidak menyangka dapat terpilih sebagai Pimpinan Umum periode berikutnya. Ia juga menambahkan bahwa ke depannya akan berupaya menghadirkan inovasi dan kegiatan baru untuk meningkatkan keaktifan organisasi.

“Saya juga masih belajar, bantuan teman-teman sangat berarti guna perkembangan yang lebih baik. Maka dari itu, saya mengajak seluruh anggota untuk saling membantu agar LPM Freedom semakin aktif ke depannya,” pungkasnya. (REA/BM)

Post a Comment

أحدث أقدم