LPM Freedom - UNISBA | Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) E-Sport Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar telah melangsungkan turnamen e-sport Mobile Legends pada Sabtu-Minggu (14-15/11/2020) untuk menyemarakkan Kongres Mahasiswa yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. 

Ditemui di tengah gelaran turnamen, Hamdan selaku SC acara E-Sport dari BEM menuturkan bahwa pihak panitia telah menyediakan 32 slot tim pada turnamen kali ini. Akan tetapi tim yang mendaftar hingga pendaftaran ditutup berjumlah 20 tim dari berbagai fakultas.

"Ada yang dari Prodi Publik itu namanya Public Reapers, terus ada yang dari Teknik Sipil itu namanya Triple Six's. Ada yang dari Ilkom juga, dari kelas karyawan juga ada," jelas Hamdan.

Keduapuluh tim tersebut meliputi WTF, Genggek, Belzebub 666, AFK, Garang ESport, Karyawan, HMPM, Restu Ibu, Public Reborn, Squad TI, Peternakan, KNTL Squad, Orca, Good Exterminator, SKUT, BBG Squad, Akamsi, Troll ESport, Bot Gaming, SHP-Esport

Hamdan juga menuturkan bahwa untuk babak penyisihan grup setiap tim hanya diperkenankan melakukan satu kali pertandingan. Tim yang menang pada babak ini berhak melanjutkan ke babak berikutnya sedangkan untuk tim yang kalah masih mendapatkan kesempatan untuk mendaftar ke turnamen lain yang bernama "Lower Bracket" yang dilaksanakan setelah babak penyisihan usai. 

Dia mengatakan bahwa jumlah pertandingan di hari pertama mencapai 20-30 pertandingan sedangkan untuk hari kedua sampai final akan berlangsung sekitar 20 pertandingan. 

Kendala utama dari turnamen perdana ini adalah masih adanya SDM potensial e-sport yang belum terakomodir. Hal ini dikarenakan waktu yang sangat terbatas sehingga belum cukup untuk mengakomodir semuanya. Dia juga berharap dengan terselanggaranya turnamen ini nantinya dapat diketahui persentase, kuantitas, serta kualitas dari mahasiswa di bidang E-Sport guna meningkatkan keahlian non-akademik para mahasiswa. 

Lanjut Hamdan yang juga menuturkan turnamen ini diselenggarakan secara tatap muka karena untuk melakukan penjaringan para mahasiswa khususnya di UNISBA Blitar. Menurutnya, jika turnamen ini diselenggarakan secara online maka akan sulit untuk melakukan monitoring siapa saja yang bukan merupakan mahasiswa UNISBA Blitar. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa meskipun acara ini diselenggarakan secara offline namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Toh meskipun diselenggarakan secara offline kami tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai dari membawa masker, cuci tangan, dan social distancing," tegas Hamdan. 

Untuk anggaran, pihaknya memang telah mengajukan anggaran ke pihak kampus karena acara ini merupakan bagian dari Kongres Mahasiswa akan tetapi untuk realisasinya saat ini lebih memanfaatkan dana yang telah tersedia baik dari sponsor maupun pengelolaan dana pendaftaran dari para peserta. 

"Kalo untuk anggaran dari kampus kita belum mengakses secara realitanya, dan alhamdulillahnya untuk reward peserta kita sidah ada dana yang masuk dari sponsor, kita juga mengelola uang daripada registrasi peserta," kata Hamdan. 

Dari dua puluh tim yang mengikuti gelaran babak penyisihan kemarin, terdapat delapan tim yang lolos untuk mengikuti babak semi final sampai final yang berlangsung hingga tengah malam tadi. Yaitu AFK vs WTF, HMPM vs Restu Ibu, Orca vs Good Exterminator, dan BBG Squad vs Bot Gaming. 

Sampai pada akhirnya keluarlah team HMPM yang berhasil menjuarai UNISBA E-Sport Championship Season 1. Disusul ada team Orca pada posisi kedua. Serta WTF di posisi ketiga. 



Penyerahan hadiah kepada para finalis. 



Ditemui secara terpisah di lokasi acara kemarin, beberapa peserta turnamen yang salah satunya Sebastian, anggota tim Garang E-Sport dari prodi Administrasi Bisnis mengungkapkan bahwa dengan diselenggarakannya acara ini bisa mengengembangkan bakat mahasiswa khususnya di bidang E-Sport. Menurutnya, dari segi manajemen acara ini sudah terselenggara secara baik namun dapat ditingkatkan lagi dari segi persiapannya.

"Mungkin nanti bisa ditambahkan gambar dari setiap game-game-nya nanti mas," kata Sebastian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Reza, mahasiswa prodi Peternakan selaku peserta turnamen. Menurutnya, dengan adanya acara seperti ini dapat menjadikan mahasiswa untuk menentukan tujuannya kedepan. Apalagi acara dan UKM seperti ini sedang populer saat ini di
kalangan generasi muda. 

"Saya memberi masukan untuk mempersiapkan acara dengan lebih matang dan tetap semangat," ungkap Reza. (bm/ar) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama