LPM FREEDOM – Kamis (21/05/2020) Universitas Islam Balitar (UNISBA) menjalin kerjasama dengan IDI Kota Blitar. Kerja sama tersebut dalam rangka Bakti Karya Mahasiswa. Kegiatannya berupa pembagian masker kepada masyarakat. Di dalamnya melibatkan berbagai elemen yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan. Penyaluran donasi dimulai tanggal 18 Mei hingga berakhir tanggal 20 Mei 2020.

Mahasiswa, perangkat kelurahan, dosen, hingga dokter saling bekerja sama. Sinergi keempat elemen tersebut diperlukan untuk menyalurkan masker kepada masyarakat melalui setiap kelurahan. Dengan jumlah tempat yang dijangkau lumayan banyak, dibutuhkan puluhan personil setiap harinya untuk menyalurkan bantuan.

Total ada enam belas ribu masker yang berhasil tersalurkan ke berbagai tempat di Kota Blitar. Jumlah masker tersebut dibagi ke dalam 23 wilayah. Meliputi 21 kelurahan, satu rusunawa, serta satu pasar hewan. Lokasi-lokasi tersebut berada di Kecamatan Sananwetan, Kepanjen Kidul, dan Sukorejo.

Semua tempat didatangi dalam waktu yang berbeda. Untuk hari Senin, seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kepanjen Kidul, satu rusunawa, dan juga pasar hewan. Sedangkan untuk hari Selasa dan Rabu, berturut-turut Kecamatan Sananwetan dan Kecamatan Sukorejo. 

Mahasiswa yang mengikuti "Bakti Karya Mahasiswa" berasal dari berbagai jurusan. Selain dari jurusan yang berbeda-beda, mereka juga berasal dari lintas angkatan. Tercatat ada yang dari semester dua, empat, enam maupun semester delapan. Mereka sangat antusias dalam melaksanakan kegiatannya.

Kepala satgas COVID-19 UNISBA Blitar, Edya Moelia, meyambut baik adanya kerja sama dari kedua belah pihak. "IDI merupakan organisasi profesi, bukan organisasi pemerintah. Jadi yang berperan disini adalah kita. Saya senang sekali adik-adik mahasiswa bisa merespon dengan baik," ujar bapak Edya Moelia.

Di sisi yang lain pihak IDI berterima kasih, karena telah dibantu dan bergandengan tangan bersama-sama menyelesaikan masalah  COVID-19. 

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, selain membawa masker untuk dibagikan, mahasiswa juga melakukan wawancara di setiap kelurahan untuk mencari informasi di setiap lokasi yang dikunjungi. Mahasiswa harus menggali informasi sedalam-dalamnya agar bukan hanya persoalan yang ditemukan, melainkan solusi jitu juga dapat diberikan mahasiswa.

Salah satu mahasiswa UNISBA yang terjun langsung ke lapangan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Saya senang dan juga mengapresiasi sekali dengan kegiatan maskerisasi. Ini salah satu bentuk pengabdian mahasiswa. Untuk pelaksanaan penyerahan sudah cukup bagus, dan dapat respon baik juga dari pihak penerima masker," tutur Lucky Aprilia.

Diharapkan bantuan berupa masker ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Blitar khususnya warga yang kurang mampu. Diyakini warga yang kurang mampu sangat membutuhkan donasi. Mengingat situasi saat ini banyak sekali masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya. Namun, kebutuhan selalu menghantui setiap harinya.

Kegiatan pembagian masker yang dilakukan oleh mahasiswa, kerja sama UNISBA dan IDI adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. "Ini adalah bukti nyata dari aksi bela negara dan memenuhi nilai pancasila khususnya sila ke-dua," ujar Syntia Afriliani yang juga turun ke lapangan sebagai relawan.

Dalam pelaksanaannya protokol keselamatan tetap dijalankan. Baik saat persiapan pada saat keberangkatan maupun saat di lapangan. Setiap elemen yang mengikuti kegiatan harus menggunakan masker serta menerapkan social distancing. 

Bahkan terdapat dua tempat yang sangat rawan bersinggungan dengan banyak orang, tepatnya di Rusunawa Turi dan Pasar Dimoro. Untuk melakukan hal yang sifatnya preventif, relawan dibekali alat pelindung diri khusus berupa jas hujan, sarung tangan, serta penutup wajah. Tak lupa khusus kedua tempat tersebut langsung didampingi tim dokter yang dikerahkan untuk memberikan bimbingan secara langsung.

Salah satu mahasiswa sekaligus presiden BEM  UNISBA, Rino Wahyu Nur Sholikin menganggap bahwa kegiatan pembagian masker ini merupakan kegiatan yang konkret. Mengingat virus COVID-19 telah memakan banyak korban. "Peran mahasiswa sebagai relawan amat sangat dibutuhkan untuk memutus rantai virus," ujarnya  

Sesampainya di tempat penyaluran donasi. Mahasiswa mendapatkan sambutan hangat dari perangkat kelurahan. Untuk lebih memperjelas maksud dari pemberian donasi tersebut, tim penyelenggara sudah mempersiapkan surat tugas dan bagian pendukung yang lain sebelum pemberangkatan. Untuk prosesi penyerahan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.

Penyerahan kepada perangkat kelurahan dilakukan secara simbolis oleh salah satu dari perwakilan mahasiswa. Mengingat peraturan social distancing harus tetap dijalankan. Berbagai reaksi yang berbeda muncul dari berbagai tempat yang berhasil datangi. 

Heri Sukotjo, selaku Kepala Kelurahan Sananwetan turut terbantu akan bantuan masker tersebut. “Bantuan dari IDI dan UNISBA ini sangat membantu sekali untuk kami. Dengan bantuan ini saya berterima kasih, semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga Kelurahan Sananwetan.” Ucap kepala Lurah Sananwetan saat ditemui di kantornya.

Hal yang lebih kompleks diutarakan Kepala Kelurahan Gedog. Beliau mengutarakan bantuan yang diberikan pemerintah bukan main, jadi memang kepedulian pemerintah kota dalam hal mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19 ini banyak hal yang diberikan kepada masyarakat khususnya Kota Blitar.

"Jadi disamping bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah kota juga memberikan bantuan berupa sembako untuk warga-warga yang terdampak, jadi bukan warga yang miskin lagi tetapi warga yang terdampak karena COVID-19." tutur Yudi Tuhu Prasetyo.


Reporter : Putri Ulfa Nisfaten, Siska Dwi Ningsih, Tasya Imelda Dievar, & Muhammad Thoha Ma'ruf
Penulis : Muhammad Thoha Ma'ruf
Editor : Indah Hikmatu Sabella

Post a Comment

أحدث أقدم